Semangat Kawan….!!!

Menurut Virginia Henderson, Penerapan proses keperawatan dalam kehidupan sehari-hari menggunakan empat tahap. Namun dalam hal ini saya hanya menyunting tentang pengkajian.

1. Pengkajian

Pada pengkajian ditekankan dalam hal “ Apakah klien mampu atau tidak mampu melaksanakansetiap aspek hidup sehari-hari pasien? “. Saat pengkajian perawat dan pasien mendiskusikan dan mengindentifikasi setiap aktifitas hidup sehar – hari, pasien yang mampu dilaksanakan sendiri.

Apabila ditemukan adanya ketidak mampuan pasien di dalam melaksanakan aktifitas hidup sehari – hari , berarti pasien, memerlukan bantuan dari perawat. Aspek – aspek yang perlu dikaji pada aktifitas hidup sehari-hari adalah sebagai berikut :

  1. a.       Bernafas

Yang perlu dikaji antara lain kemampuan pasien dalam melakukan ekspirasi dan inspirasi.

Apakah menggunakan otot-otot pernafasan, bagaimana frekuensi pernafasan, pengukuran tidal volume dan warna mukosa.

 

  1. b.      Makan dan Minum

Mengkaji tentang kemampuan pasien dalam memenuhi kebutuhan makan dan minum, tentang prilaku makan dan minum, kemampuan menetukan makan dan minum yang memenuhi syarat kesehatan, kemampuan memasak dan menyiapkan makanan sendiri.

  1. c.       Eliminasi

Mengkaji kemampuan BAB / BAK serta fungsi dari organ -organ tersebut dan bagaimana pasien mempertahankan fungsi normal dari BAB / BAK .

  1. d.      Mobilisasi

Mengkaji kemamppuan aktifitas dan mobilitas kehidupan klien sehari-hari .

  1. e.       Istirahat dan Tidur

Mengkaji kemapuan pasien dalam pemenuhan kebutuhan tidur ( pola, jumlah, kualitas tidur )

  1. f.       Berpakaian

Mengkaji apakah ada kesulitan dalam memakai pakaian.

  1. g.      Suhu Tubuh

Mengkaji pasien dalam hal mempertahankan suhu tubuh tetap normal.

  1. h.      Kebersihan Tubuh

Mengkaji apakah ada kesulitan dalam memelihara kebersihan dirinya.

  1. i.        Menghindari Bahaya

Mengkaji kemampuan pasien dalam melakukuan keamanan dan pencegahan pada saat melaksanakan aktifitas hidup sehari –hari , termasuk faktor lingkungan , faktor sensori, serta faktor psikososial.

  1. j.        Berkomunikasi

Melalui komunikasi antar perawat , pasien dan keluarga dapat dikaji mengenai pola komunikasi dan interaksi sosial pasien dengan cara mengidentifikasi kemampuan pasien dalam berkomunikasi,

  1. k.      Bekerja

Mengkaji pekerjaan pasien saat ini atau pekerjaan yang lalu.

  1. l.        Bermain

Mengkaji kemampuan aktifitas rekreasi dan relaksasi ( jenis kegiatan dan frekuensinya ).

  1. m.    Spiritual

Mengkaji bagaimana klien memenuhi kebutuhan spiritualnya sebelum dan ketika sakit.

  1. n.      Belajar

Mengkaji bagaimana cara klien mempelajari sesuatu yang baru.

 

 

 

 

Aplikasi Pengkajian Keperawatan Dasar

Model Konseptual Virginia Henderson (Pemenuhan Kebutuhan)

 

Kasus                              

Tn.X datang ke Rumah Sakit dengan keluhan sakit kepala di bagian depan. Klien mengatakan sering mengalami mual dan muntah, klien demam. Nafsu makan klien juga menurun. Klien mersa nyeri di bagian perut. Selain itu, klien mengalami diare.

Dari hasil pemeriksaan fisik didapatkan : Kesadaran klien penuh, Lidah terlihat kotor di bagian tengah, perut kembung, RR klien 27x/mnt, HR 50x/mnt, nadi 98x/mnt, TD 90/55 mmhg, suhu tubuh klien 40.

  1. Pengkajian pada Tn.X

1)      Biodata

  1. Nama                     : Tn.X
  2. Umur                     : 25 tahun
  3. Jenis Kelamin        : Laki-laki
  4. Status                    : menikah
  5. Keluhan utama      : Nyeri di bagian perut dan sakit kepala.

 

2)      Riwayat Kesehatan

  1. Riwayat Kesehatan Sekarang

Klien nyeri pada bagian perut. Klien juga merasakan sakit kepala. Klien sering merasa mual dan muntah. Nafsu makan klien menurun dan demam. Klien juga mengalami diare.

  1. Riwayat Kesehatan Dahulu

Klien selama 1 tahun ini merasakan nyeri pada perut, tapi tidak bersifat menetap. Klien pernah menderita sakit maag.

 

 

  1. Riwayat Kesehatan Keluarga

Tidak ada anggota keluarga klien yang menderita penyakit ginjal, jantung, paru-paru, hipertensi, gula, typhus, dll.

 

3)      Pemeriksaan Fisik

  1. KU                                    : Sadar penuh
  2. RR                         : 27x/mnt
  3. HR                                    : 50x/mnt
  4. Nadi                      : 98x/mnt
  5. TD                         : 90/55 mmhg
  6. Suhu tubuh            : 40
  7. Abdomen              : terdapat nyeri tekan, tegang, dan kembung.

 

4)      Kebutuhan Dasar Manusia

  1. Bernafas

Sebelum sakit : Klien bernafas normal.

Ketika sakit     : Klien bernafas lebih cepat karena suhu tubuh tinggi.

  1. Makan dan Minum

Sebelum sakit : Klien makan sehari tiga kali.

Ketika sakit     : Nafsu makan klien menurun karena pada saat makan, klien merasa mual dan ingin muntah. Namun masih ada keinginan untuk minum.

  1. Eliminasi

Sebelum sakit : Klien BAB dan BAK normal dan wajar, tidak pernah muntah, dan berkeringat ketika melakukan aktivitas.

Ketika sakit     : Klien lebih sering BAB namun jarang BAK. Keluar keringat dingin dari seluruh tubuh klien. Klien juga sering muntah.

 

 

  1. Mobilisasi

Sebelum sakit  : Klien dapat berdiri dan berjalan sendiri tanpa menggunakan alat bantu apapun.

Ketika sakit     : Klien merasa lemas dan lemah sehingga tidak kuat menopang tubuhnya sendiri.

  1. Istirahat dan Tidur

Sebelum sakit  : Klien tidur dan istirahat dengan tenang dan nyenyak.

Ketika sakit     : Klien susah tidur karena merasakan sakit kepala dan perutnya kembung.

  1. Berpakaian

Sebelum sakit  :  Klien memilih dan memakai pakaian yang disukainya sendiri.

Ketika sakit     : Klien tidak bisa memakai pakaian sendiri karena tubuhnya terlalu lemas.

  1. Suhu Tubuh

Sebelum sakit  : Suhu tubuh klien normal 37

Ketika sakit     : Suhu tubuh klien tinggi mencapai 40

  1. Kebersihan Tubuh

Sebelum sakit   : Klien membersihkan dirinya sendiri (mandi), dan membersihkan lingkungan di sekitarnya.

Ketika sakit      : Selama klien sakit, klien tidak bisa mandi sendiri. Klien tidak mandi, hanya dilap saja badannya.

  1. Menghindari Bahaya

Sebelum sakit  : Klien dapat menjaga dirinya sendiri dari bahaya yang mungkin menghampirinya.

Ketika sakit     : Selama klien sakit, klien tidak berdaya karena terlalu lemas. Oleh karena itu, klien dirawat dan dijaga oleh keluarganya.

 

 

  1. Berkomunikasi

Sebelum sakit  : Klien dapat berkomunikasi dengan baik.

Ketika sakit     : Kemampuan berkomunikasi klien masih baik. Namun ketika suhu tubuh klien tinggi, klien sering mengigau dan berbicara tidak jelas.

  1. Bekerja

Sebelum sakit  : Klien berangkat bekerja setiap hari senin sampai sabtu di kantor. Berangkat jam 7 pagi dan pulang jam 5 sore.

Ketika sakit     : Pekerjaan klien terhanti karena kondisi klien yang tidak memungkinkan. Pekerjaan klien hanya tiduran dan duduk saja.

  1. Bermain

Sebelum sakit  : Biasanya klien bermain dan berlibur bersama dengan keluarganya dihari libur kerjanya.

Ketika sakit     : Kemampuan bermain klien berkurang. Klien paling hanya bermain HP saja di atas tempat tidur.

  1. Spiritual

Sebelum sakit  :  Klien beribadah secara rutin setiap hari.

Ketika sakit     : Klien beribadah dan berdo’a di atas tempat tidur sambil tiduran atau sambil duduk.

  1. Belajar

Sebelum sakit  : Klien sering belajar sesuatu yang baru dengan membaca buku.

Ketika sakit     : Klien belajar sesuatu yang baru dengan bertanya kepada perawat yang merawatnya ataupun deengan keluarga yang menjaganya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Awan Tag

%d blogger menyukai ini: